High Temperature Water Heater: Increases Burn Risk?

Smart temperature controller heatpump water heater
Luka bakar adalah luka yang tidak menyenangkan — menyakitkan dan, jika tidak hati-hati, luka bakar dapat dengan cepat terinfeksi. 
Dua anak meninggal karena luka bakar setiap hari, menurut Centers for Disease Control and Prevention. 
Jumlah kematian yang mengejutkan ini berasal dari kran air panas dengan suhu terlalu tinggi atau panas. 
Masalahnya, sebuah studi baru menunjukkan, adalah bahwa banyak water heater atau pemanas air dengan setting suhu terlalu tinggi.
Pada tahun 1988, Consumer Product Safety Commission merekomendasikan agar produsen pemanas air mengatur suhu maksimum pada 120 derajat Fahrenheit untuk mencegah luka bakar. 
Sumber : www.npr.org

Heatpump water heater, solar water heater, electric water heater, gas water heater dan lain-lain pada umumnya dilengkapi komponen pengaturan temperatur suhu oleh pihak pabrik.

Fungsi dari komponen ini adalah untuk meminimalkan adanya resiko cidera terhadap manusia karena pemakaian air panas dengan suhu terlalu tinggi.

Karena The Health and Safety Executive Inggris (HSE) menjelaskan adanya risiko terkena air panas yang terkait dengan pemakaian air panas dan menetapkan panduan untuk pengaturannya.

Resiko yang dimaksud adalah kemungkinan dapat timbul pada orang-orang yang rentan terkena air panas dengan suhu tinggi dari water heater saat pemakaian air panas.

Hal tersebut terkait dengan adanya beberapa produk water heater yang mem-promo-kan capaian suhu tinggi dari water heater untuk keperluan kamar mandi.

Dengan tujuan untuk menarik pihak konsumen membeli produk water heater mereka. Sumber : www.hse.gov.uk

A. Golongan Orang Beresiko Cidera Akibat Suhu Air Terlalu Tinggi

Para tenaga kesehatan telah memberi informasi tentang golongan orang yang mempunyai resiko cidera akibat suhu air panas dari water heater yang terlalu tinggi. Diantaranya :

  • anak-anak;
  • orang tua;
  • penderita gangguan mental
  • beberapa orang yang tidak dapat bereaksi dengan tepat atau cepat untuk mencegah cedera.

B. Suhu Air Panas yang Aman

Kalau air panas yang digunakan untuk mandi atau mandi di atas suhu 44°C ada potensi resiko cidera serius atau kematian.

Dimana area tubuh yang luas terbuka suhu tinggi, luka bakar bisa sangat serius dan telah menyebabkan kematian.

Dalam hal ini anak-anak yang mempunyai resiko tinggi dikarenakan ketidaktahuan mereka tentang penggunaan peralatan saniter di kamar mandi.

C. Area Bahaya Sistem Water Heater

Peralatan saniter air panas di kamar mandi juga bisa menjadi area panas dikarenakan suhu air di dalamnya masih tinggi.

Menyentuh permukaan benda di atas suhu 43°C juga dapat menyebabkan masalah cidera serius.

Karena kontak dengan area itu dalam waktu lama sering terjadi karena orang telah jatuh dan tidak dapat bergerak, atau terjebak dalamnya.

Insiden sering terjadi di area yang mempunyai tingkat pengawasan yang rendah, misalnya di kamar tidur, kamar mandi dan beberapa tempat umum.

D. Beberapa Peraturan tentang Air Panas

Mengenai aturan dan mekanisme peraturan tentang air panas di Inggris berlaku:

  • Health and Safety at Work etc Act 1974 (HSWA), section 3;
  • Management of Health and Safety at Work Regulations (MHSWR), regulation 3;
  • Provision and Use of Work Equipment Regulations 1998 (PUWER).

Di Indonesia, salahsatu aturan terkait air panas disebut dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-7065-2005 tentang Tata Cara Perencanaan Sistem Plumbing.

E. Apa yang Harus Anda Dilakukan?

Anda harus bisa melihat potensi risiko cidera dalam konteks terhadap manusia yang disebabkan air panas dengan suhu tinggi.

Hal ini dilakukan dikhususkan untuk golongan orang tua lanjut usia, orang berkebutuhan khusus, penyandang disabilitas dan anak-anak.

Golongan tersebut mendapat perhatian khusus dikarenakan :

  • Kurangnya mobilitas orang tersebut berarti mereka tidak mampu untuk merespons dengan aman air panas atau permukaan (misalnya masuk / keluar dengan aman dari bak mandi atau shower, atau pindah jauh dari permukaan yang panas);
  • Kepekaan orang tersebut terhadap suhu kurang sensitif atau terganggu;
  • Mereka tidak bisa mengenali atau bereaksi terhadap air panas atau permukaan yang terlalu panas;
  • Orang tersebut dapat kesulitasn atau tidak bisa meminta bantuan;
  • Dan lain-lain.

F. Tindakan Pengendalian Air panas

Pengawasan harus dilakukan untuk memastikan bahwa air yang lebih tinggi dari 44°C tidak dialirkan ke outlet yang mungkin dapat diakses oleh golongan orang yang rentan terkena cidera air panas.

Ada juga yang disebut pengawasan teknis, artinya pengawasan dengan memanfaatkan peralatan atau komponen teknis. Pengawasan teknis dapat mencakup:

  • Katup pencampur thermostatis (TMV);
  • water heater dengan fitur pengatur suhu yang baik

TMV harus ditempatkan sedekat mungkin dengan outlet dan harus dapat menjaga suhu air yang aman yang dapat dipergunakan.

Titik shower/outlet dari water heater yang dipasang, harus dirancang agar air panas tidak dapat dialirkan di suhu yang dapat membahayakan.

Shower atau alat saniter lain dari water heater memiliki suhu komponen pengatur suhu, tetapi suhu air di atas 44°C mungkin masih terjadi jika ada fluktuasi aliran atau tekanan.

Oleh karena itu, harus memasang shower ‘standar perawatan kesehatan’ yang dirancang untuk mencegah suhu air panas yang tidak aman dalam segala kondisi.

Standar NHS mengharuskan ini untuk dipasang dalam pengaturan perawatan kesehatan. Sumber : http://www.england.nhs.uk

G. Sistem Water Heater dan Keamanannya

Banyak permukaan atau area mesin water heater (kecuali solar water heater) dan instalasi pipa terkait cenderung beroperasi pada suhu yang dapat menimbulkan resiko luka bakar.

Sehingga untuk meminimalkan hal itu peralatan tersebut harus dirancang atau ditutup sehingga suhu permukaan maksimum yang dapat tersentuh tidak melebihi 43°C.

H. Pemeliharaan Water Heater

Pengawasan untuk mengelola risiko dari air panas atau area panas harus dirawat dengan baik.

Jadwal pemeliharaan harus memperhitungkan kondisi (misalnya air keras atau kerak) dan risiko kegagalan katup pengaman.

Petugas atau operator harus diinstruksikan laporkan setiap kerusakan atau gangguan yang jelas dan cepat, dan menutup fasilitas tersebut untuk tidak digunakan jika perlu.   

I. Pemasangan Water Heater

Proses pemasangan sistem water heater oleh pihak yang profesional dan berpengalaman merupakan faktor penting terkait faktor keselamatan dan kenyamanan pengguna air panas.

PT Gramitra adalah perusahaan yang berkedudukan di Surabaya dan Denpasar sudah berpengalaman di bidang sistem water heater untuk rumah tinggal maupun komersial.

Perusahaan kami didukung oleh tenaga yang berpengalaman dan sudah mempunyai banyak referensi proyek residensial maupun komersial terkemuka di seluruh Indonesia sejak tahun 1997.  

Kualitas produk dan layanan after sales service adalah unggulan kami dalam melayani permintaan dan kenyamanan konsumen selama puluhan tahun.

J. Kesimpulan

  1. Diperlukan perencanaan dan pengaturan sistem air panas yang benar mulai dari water heater, sistem pemipaan dan kaitannya, untuk meminimalisir resiko terhadap manusia.  
  2. Menentukan suhu maksimal di water heater pada suhu yang aman bagi manusia saat dipergunakan
  3. Diperlukan pemantauan berkala terhadap sistem air panas tersebut dengan rutin dan dilakukan oleh pihak yang profesional dan berpengalaman.
References
  1.  Health Technical Memorandum (HTM) 04-01 The control of legionella, hygiene, ‘safe’ hot water, cold water and drinking water systems Department of Health ‘Space for Health’ website (registration required) www.spaceforhealth.nhs.uk
  2.  UKHCA guidance Controlling scalding risks from bathing and showering www.ukhca.co.uk

Related Posts

Leave a Reply